~~~Informasi Penyakit Jantung. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Jantung Koroner dengan Obat Alami~~~

Gigi Ompong Berisiko Meningkatkan Kematian Akibat Jantung

Posted by Neng Novie on

Senyum cemerlang dengan deretan gigi putih menandakan pemiliknya sehat. Kategori sehat ini bukan hanya mulutnya yang sehat tapi juga jantungnya.

Sebuah studi terbaru di Swedia menyebutkan bahwa pemilik senyum peyot, artinya sudah banyak gigi yang tanggal, memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang memiliki gigi lebih banyak dengan kisaran usia yang sama.

sakit jantung jantung koroner, jantung, gambar jantung, tentang jantung, jantung hati, artikel jantung, terapi jantung, kanker jantung, jantung adalah, komplikasi jantung, diet jantung, gejala jantung, penyebab jantung, serangan jantung, jenis jenis penyakit jantung, jantung lemah, definisi jantung, pengertian jantung, ciri ciri sakit jantung, jantung anak, penyakit jantung rematik, ciri sakit jantung, kateterisasi jantung, transplantasi jantung, ciri penyakit jantung, jantung bengkak, menghujam jantung, jantung berdetak, pembekakan jantung, persarafan jantung, auskultasi jantung, katerisasi jantung, vaskularisasi jantung, dekompensasi jantung, elektrofisiologi jantung, masalah jantung, ring jantung, foto jantung, herbal jantung, jantung aves, video jantung, ecg jantung, pacemaker jantung, jantung ppt, jantung normal, jantung kundalini, stent jantung, jantung membengkak, periksa jantung, penyakit jantung



"Penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner terkait erat dengan jumlah gigi yang tersisa di gusi seseorang," papar Anders Holmlund kepada AFP, menjelaskan hasil studinya yang dipublikasikan di the Journal of Periodontology.

Ia mengatakan seseorang yang memiliki gigi kurang dari 10 memiliki risiko 7 kali lebih tinggi mengalami kematian akibat penyakit jantung koroner ketimbang mereka dengan usia dan jenis kelamin yang sama yang masih memiliki gigi lebih dari 25 buah.

Meski banyak studi lainnya yang diterbitkan pada 15 tahun lalu yang mengaitkan antara kesehatan mulut dengan penyakit kardiovaskular, namun penelitian yang dipimpin Holmlund ini menunjukkan hubungan langsung antara penyakit kardiovaskular dengan jumlah gigi yang ada di mulut seseorang.

Studi Holmlund, yang didukung oleh koleganya, Gunnar Holm dan Lars Lind, melakukan survei terhadap 7.674 laki-laki dan perempuan, sebagian besar dari mereka menderita penyakit periodontal, selama rata-rata 12 tahun.

Tim peneliti itu juga menganalisis penyebab kematian dari 629 orang yang menghembuskan napas terakhir mereka selama studi itu. Dari hasil analisis, penyebab kematian 299 orang di antaranya adalah penyakit kardiovaskular.

Teori itu mengaitkan jumlah gigi dengan penyakit jantung, jelas Holmlund. Dan mempertahankan infeksi di dalam mulut dan di sekitar gigi dapat merusak sistem sirkulasi sistemik dan memicu terjadinya peradangan kronis tingkat rendah, yang dikenal sebagai faktor risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Jumlah gigi yang tersisa di mulut seseorang dapat mencerminkan seberapa banyak peradangan kronis yang pernah terjadi sepanjang hidupnya.

Untuk diketahui, penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di seluruh dunia, yang merenggut sekitar 17 juta jiwa setiap tahun berdasarkan data WHO.
More aboutGigi Ompong Berisiko Meningkatkan Kematian Akibat Jantung

Sakit Nyeri Dada Bisa-bisa Penyakit Jantung

Posted by Neng Novie on

Pernah merasakan rasa nyeri di dada? Jika iya, Anda perlu berhati-hati. Bisa saja Anda mengidap penyakit jantung. Dokter Spesialis Jantung Bagian Cardiac Centre RS Wahidin Sudirohusodo, dr Bambang Budiono SpJP, FIHA mengungkapkan, ada banyak penyebab nyeri di dada, salah satunya adalah penyakit jantung koroner (PJK).

Nyeri pada dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri di dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.

sakit jantung jantung koroner, jantung, gambar jantung, tentang jantung, jantung hati, artikel jantung, terapi jantung, kanker jantung, jantung adalah, komplikasi jantung, diet jantung, gejala jantung, penyebab jantung, serangan jantung, jenis jenis penyakit jantung, jantung lemah, definisi jantung, pengertian jantung, ciri ciri sakit jantung, jantung anak, penyakit jantung rematik, ciri sakit jantung, kateterisasi jantung, transplantasi jantung, ciri penyakit jantung, jantung bengkak, menghujam jantung, jantung berdetak, pembekakan jantung, persarafan jantung, auskultasi jantung, katerisasi jantung, vaskularisasi jantung, dekompensasi jantung, elektrofisiologi jantung, masalah jantung, ring jantung, foto jantung, herbal jantung, jantung aves, video jantung, ecg jantung, pacemaker jantung, jantung ppt, jantung normal, jantung kundalini, stent jantung, jantung membengkak, periksa jantung, penyakit jantung

Bambang mengungkapkan, ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit itu bertambah parah. Keluhan yang perlu diwaspadai seperti nyeri dada, jantung berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak.

"Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah," ungkapnya. Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, kemudian dari dada bawah di ulu hati disertai daerah punggung di antara kedua belikat.

Untuk itu, disarankan segera melakukan diagnosis dini pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua, serta jenis kelamin. "Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari," tambahnya.

Menurut Bambang, ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup dengan dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.

Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah.

Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus.

More aboutSakit Nyeri Dada Bisa-bisa Penyakit Jantung

Jantung Koroner Penyebab Kematian Urutan Pertama dari 5 Penyakit

Posted by Neng Novie on

Penyakit jantung masih menempati peringkat pertama di dunia sebagai penyakit yang menyebabkan kematian. Satu dari lima kematian akibat penyakit jantung tersebut diakibatkan jantung koroner. Karena tidak bergejala, banyak orang yang tidak sadar telah mengalami penyumbatan pada pembuluh darah arteri koronernya.

sakit jantung jantung koroner, jantung, gambar jantung, tentang jantung, jantung hati, artikel jantung, terapi jantung, kanker jantung, jantung adalah, komplikasi jantung, diet jantung, gejala jantung, penyebab jantung, serangan jantung, jenis jenis penyakit jantung, jantung lemah, definisi jantung, pengertian jantung, ciri ciri sakit jantung, jantung anak, penyakit jantung rematik, ciri sakit jantung, kateterisasi jantung, transplantasi jantung, ciri penyakit jantung, jantung bengkak, menghujam jantung, jantung berdetak, pembekakan jantung, persarafan jantung, auskultasi jantung, katerisasi jantung, vaskularisasi jantung, dekompensasi jantung, elektrofisiologi jantung, masalah jantung, ring jantung, foto jantung, herbal jantung, jantung aves, video jantung, ecg jantung, pacemaker jantung, jantung ppt, jantung normal, jantung kundalini, stent jantung, jantung membengkak, periksa jantung, penyakit jantung

"Penyakit jantung koroner awalnya disebabkan penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner). Kondisi tersebut, lama-kelamaan diikuti berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah, dan lainnya yang semuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut," ucap Direktur Utama RS Santo Borromeus dr. A.M. Lisliyantotot, H.M., M.M.R., seusai seminar jantung dan radiologi di RS Borromeus Bandung, Minggu (4/5).

Akibatnya, kata Lisliyantotot, otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah sehingga dapat menimbulkan berbagai kondisi yang cukup serius. Mulai dari nyeri dada sampai serangan jantung yang dapat mengakibatkan kematian mendadak. "Banyak orang dengan kondisi penyumbatan pada pembuluh darah arteri koronernya tidak sadar akan risiko dari penyakit tersebut karena tidak adanya gejala-gejala dari penyakit tersebut," katanya.

Stres

Beberapa risiko terpenting yang dapat menimbulkan penyakit jantung koroner, menurut Lisliyantotot, kadar kolesterol total dan LDL tinggi, kadar kolesterol HDL rendah, kebiasaan merokok, dan diabetes melitus. Faktor lainnya, kegemukan, riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga, kurang olah raga, dan stres.

"Jika orang memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko terkena jantung koroner, dianjurkan melakukan screening dan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala. Potensi untuk munculnya penyakit jantung koroner akan bertambah besar jika orang mempunyai dua atau lebih faktor risiko," ucapnya.

Penyakit jantung bisa diketahui melalui pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis jantung dengan bantuan pemeriksaan Calcium Scoring Jantung (CAT Scanning). Kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ECG, treadmill test, dan arteriografi koroner (kateterisasi). Hasil dari CAT Scanning akan diikuti pemeriksaan lebih lanjut bila didapatkan hasil yang positif.

"Kateterisasi jantung merupakan prosedur diagnosis untuk memeriksa fungsi jantung dan pembuluh darah, khususnya pembuluh darah koroner," ujar Lisliyantotot pula.
More aboutJantung Koroner Penyebab Kematian Urutan Pertama dari 5 Penyakit

Akibat Jantung Koroner Angka Kematian Meningkat

Posted by Neng Novie on

Angka kematian akibat penyakit jantung koroner di negara berkembang pada 2020 diperkirakan meningkat sebesar 137 persen pada laki-laki dan 120 persen pada wanita.

"Di negara maju peningkatannya lebih rendah dibandingkan negara berkembang, yakni 48 persen pada laki-laki dan 29 persen pada wanita," kata dokter ahli jantung Jogja International Hospital (JIH) Nahar Taufik di Yogyakarta, Sabtu (20/3).

sakit jantung jantung koroner, jantung, gambar jantung, tentang jantung, jantung hati, artikel jantung, terapi jantung, kanker jantung, jantung adalah, komplikasi jantung, diet jantung, gejala jantung, penyebab jantung, serangan jantung, jenis jenis penyakit jantung, jantung lemah, definisi jantung, pengertian jantung, ciri ciri sakit jantung, jantung anak, penyakit jantung rematik, ciri sakit jantung, kateterisasi jantung, transplantasi jantung, ciri penyakit jantung, jantung bengkak, menghujam jantung, jantung berdetak, pembekakan jantung, persarafan jantung, auskultasi jantung, katerisasi jantung, vaskularisasi jantung, dekompensasi jantung, elektrofisiologi jantung, masalah jantung, ring jantung, foto jantung, herbal jantung, jantung aves, video jantung, ecg jantung, pacemaker jantung, jantung ppt, jantung normal, jantung kundalini, stent jantung, jantung membengkak, periksa jantung, penyakit jantung



Menurut dia, penyakit kardiovaskuler itu pada 2020 diperkirakan menjadi penyebab kematian 25 orang setiap tahunnya. Oleh karena itu, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomor satu di dunia.

"Namun, saat ini penyakit jantung koroner telah dapat diatasi dengan teknologi laboratorium kateterisasi jantung. Prosedur diagnostik dan tata laksana penyakit jantung koroner yang akurat dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat penyakit tersebut," katanya.

Ia mengatakan, prosedur diagnostik invasif dengan menggunakan fasilitas di laboratorium kateterisasi menjadi standar baku untuk diagnostik penyakit jantung koroner. Adanya sumbatan di pembuluh darah koroner akan terlihat jelas dengan prosedur invasif itu, yakni prosedur koroner angiografi.

Selain itu, laboratorium kateterisasi jantung juga dapat menentukan adanya kelainan struktural jantung akibat penyakit bawaan atau kelainan struktural jantung yang didapat saat dewasa.

"Prosedur invasif pada kelainan struktural dengan menggunakan sarana laboratorium kateterisasi jantung juga dapat menentukan pilihan waktu yang paling tepat kapan penderita kelainan struktural itu akan dilakukan operasi bedah jantung," katanya.
More aboutAkibat Jantung Koroner Angka Kematian Meningkat

Akibat Jantung, Kaki dan Perut Menjadi Bengkak

Posted by Neng Novie on

Ustadz, saya mau nanya nih, ibu saya sudah beberapa bulan (hampir setahun) ini menderita penyakit jantung, namun kira-kira 3 bulan yang lalu sampai sekarang kaki beliau bengkak, dan kini perut beliau juga membengkak.

Kesulitan tidur malam, dan tidak nafsu makan membuat tubuh beliau lemah dan tidak gemuk, saya sangat prihatin dengan beliau, ya Allah.

Kami sudah membawa ke dokter spesialis dan setelah diagnosa ternyata menderita penyakit bengkak jantung serta ada dokter yang mengatakan bahwa jantungnya bocor.

sakit jantung jantung koroner, jantung, gambar jantung, tentang jantung, jantung hati, artikel jantung, terapi jantung, kanker jantung, jantung adalah, komplikasi jantung, diet jantung, gejala jantung, penyebab jantung, serangan jantung, jenis jenis penyakit jantung, jantung lemah, definisi jantung, pengertian jantung, ciri ciri sakit jantung, jantung anak, penyakit jantung rematik, ciri sakit jantung, kateterisasi jantung, transplantasi jantung, ciri penyakit jantung, jantung bengkak, menghujam jantung, jantung berdetak, pembekakan jantung, persarafan jantung, auskultasi jantung, katerisasi jantung, vaskularisasi jantung, dekompensasi jantung, elektrofisiologi jantung, masalah jantung, ring jantung, foto jantung, herbal jantung, jantung aves, video jantung, ecg jantung, pacemaker jantung, jantung ppt, jantung normal, jantung kundalini, stent jantung, jantung membengkak, periksa jantung, penyakit jantung

Bagaimana menurut Ust. dr. Agus Rahmadi mengenai ini, apakah yang sebenarnya terjadi dan bagaimana penyembuhan terhadap ibu saya itu. semoga Allah memberikan penyembuhan kepada beliau, amin.

Mohon doa dari semua teman-teman yang membaca pertanyaan ini, ummi sangat lemah sekarang, semoga Allah meringankan dan menyembuhkan beliau, amin.

eL

Jawaban

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Sdr El yang dirahmati Allah Swt. Penyakit yang dialami oleh Ibunda Sdr merupakan ujian dariNya. Jika kita sabar dan ihklas menerima maka Allah Swt akan meninggikan derajat kita dan mendapatkan pahala, tetapi jika kita berburuk sangka kepada Allah, maka akan menambah dosa kita.

Sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian penyakit haruslah diikuti dengan ihtiar (usaha) yang maksimal, serta diiringi dengan doa dan tawakal kepadaNya.

Mengenai penyakit yang dialami ibunda Sdr, yaitu penyakit jantung tidak datang secara tiba-tiba, melainkan sudah ada penyakit yang mendahuluinya, antara lain darah tinggi, kholesterol, kencing manis dll. Dan tentunya penyakit-penyakit tersebut biasnya muncul akibat gaya hidup yang kurang baik. Inilah salah satu hikmah yang dapat kita ambil, agar kita selalu menjaga kesehatan dengan melakukan gaya hidup yang baik dan menghindari gaya hidup yang tidak baik.

Adapun mengenai pengobatan penyakit ini maka diperlukan semangat dan keyakinan yang tinggi bahwa penyakit tersebut akan sembuh, menjalankan nasehat atau anjuran dari dokter dan juga melakukan pengobatan secara rutin.

Kami tidak bisa memberikan saran memuaskan, karena setiap penyakit jantung mempunyai derajat yang berbeda, dan tentunya mempengaruhi dalam pengobatannya. Sebaiknya Sdr terus melakukan konsultasi ke dokter ahli seperti yang selama ini dijalankan.

Semoga Allah Swt menyembuhkan penyakit ibunda Sdr, karena hanya Dia yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Nya, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit atau penderitaan. Amiin.

Wassalam.

More aboutAkibat Jantung, Kaki dan Perut Menjadi Bengkak